Senin, 23 Maret 2009

DIREKTORY SYSTEM OPERASI LINUX

DASAR TEORI :
1. ORGANISASI FILE

Sistem file pada Linux menyerupai pepohonan (tree), yaitu dimulai dari root, kemudian direktory dan sub direktory. Sistem file pada Linux diatur secara hierarkikal, yaitu dimulai dari root dengan symbol “/” seperti Gambar 3.1

Kita dapat menciptakan File dan Direktori mulai dari root ke bawah. Direktori adalah file khusus, yang berisi nama file dan INODE (Pointer yang menunjuk ke data / isi file tersebut). Secara logika, direktori dapat berisi File dan Direktori lagi (disebut juga Subdirektori).

Materi Selengkapnya downLoad disini
atau



2. DIREKTORI STANDAR

Setelah proses instalasi, Linux menciptakan system file yang baku, terdiri atas direktory sebagai berikut :


Direktori /etc
Berisi file yang berhubungan dengan administrasi system, maintanance script, konfigurasi, security dll. Hanya superuser yang boleh memodifikasi file yang berada di direktori ini. Subdirektori yang sering diakses pada direktori /etc antaran lain :
• Httpd, apache web server.
• Ppp, point to point protocol untuk koneksi ke internet.
• rc.d atau init.d , inisialisasi (startup) dan terminasi (shutdown) proses di Linux dengan konsep runlevel.
• cron.d rincian proses yang dieksekusi dengan menggunakan jadwal ( time dependent process)
• FILES, file security dan konfigurasi meliputi : passwd, hosts, shadow, ftpaccess, inetd.conf, lilo.conf, motd, printcap, profile, resolv.conf, sendmail.cf, syslog.conf, dhcp.conf, smb.conf, fstab.

Direktori /dev
Konsep Unix dan Linux adalah memperlakukan peralatan hardware sama seperti penanganan file. Setiap alat mempunyai nama file yang disimpan pada direktori /dev.



Direktori /proc
Direktori /proc adalah direktori yang dibuat diatas RAM (Random Access Memory) dengan system file yang diatur oleh kernel. /proc berisi nomor proses dari system dan nama driver yang aktif di system. Semua direktori berukuran 0 (kosong) kecuali file kcore dan self. Setiap nomor yang ada pada direktori tsb merepresentasikan PID (proses ID).


3. TIPE FILE

Pada Linux terdapat 6 buah tipe file yaitu :
• Ordinary file
• Direktori
• Block Device ( Peralatan I/O )
Merupakan representasi dari peralatan hardware yang menggunakan transmisi data per block (misalnya 1 KB block), seperti disk, floppy, tape.

• Character Device (Peralatan I/O)
Merupakan representasi dari peralatan hardware yang menggunakan transmisi data karakter per karakter, seperti terminal, modem, plotter dll.

• Named Pipe (FIFO)
File yang digunakan secara intern oleh system operasi untuk komunikasi antar proses.
• Link File

4. PROPERTI FILE
File mempunyai beberapa atribut, antara lain :
• Tipe file : menentukan tipe dari file, yaitu :


• Ijin akses : menentukan hak user terhadap file ini.
• Jumlah link : jumlah link untuk file ini.
• Pemilik (owner) : menentukan siapa pemilik file ini
• Group : menentukan grup yang memiliki file ini
• Jumlah karakter : menentukan ukuran file dalam byte
• Waktu Pembuatan : menentukan kapan file terakhir dimodifikasi
• Nama File : menentukan nama file yang dimaksud

Contoh
-rw-rw-r-- 1 bin auth 1639 oct 16 13:00 /etc/passwd
Penjelasan
- : merupakan tipe
rw-rw-r-- : merupakan ijin akses
1 : jumlah link
bin : pemilik
auth : group
1639 : jumlah karakter
Oct 16 13:00 : waktu
/etc/passwd : Nama file

5. NAMA FILE
Nama file maksimal terdiri dari 255 karakter berupa alfanumerik dan beberapa karakter spesial yaitu garis bawah, titik, koma dan lainnya kecuali spasi dan karakter-karakter berikut :
“&” , “,”, “|” , “?” , “ ’ ” , “ “ “ , “(“ , “)” , “[“ , “]” , “$” , “<” , “>” , “{“ , “}” , “^” , “#” , “\” , “/”.
Linux membedakan huruf kecil dengan huruf besar (case sensitif),
Contoh nama file yang benar :
Abcde5434
3
Prog.txt
PROG.txt
Prog.txt, old
report_1-1, v2.0.1
5-01.web.html

6. SIMBOLIC LINK
Link adalah teknik untuk memberikan lebih dari satu nama file dengan data yang sama. Bila file asli dihapus, maka data yang baru juga terhapus. Format dari Link : ln fileAsli fileDuplikat

File duplikat disebut hard link dimana kedua file akan muncul identik (link count=2) Bila fileAsli atau fileDuplikat diubah, maka perubahan akan terjadi pada file lainnya.
Simbolic link diperlukan bila file tersebut di “Link” dengan direktori /file yang berada pada partisi yang berbeda. Tipe file menjadi 1 (link) dan file tersebut menunjuk ke tempat asal. Format :
ln –s /fullpath/fileAsli /FullPath/FileDuplikat
Pilihan –s (shortcut) merupakan bentuk soft link, simbolic link dapat dilakukan pada file yang tidak ada, sedangkan pada hard link tidak dimungkinkan. Perbedaan lain, simbolic link dapat dibentuk melalui media disk atau partisi yang berbeda dengan soft link, tetapi pada hard link terbatas pada partisi disk yang sama.

7. MELIHAT ISI FILE
Untuk melihat jenis file menggunakan format :
file filename(s)
isi file akan dilaporkan dengan deskripsi level tinggi seperti contoh berikut :
# file myprog.c letter.txt webpage.html
myproc.c : C program text
letter.txt : ASCII text
webpage.html : HTML document text

perintah ini dapat digunakan secara luas untuk file yang kadang membingungkan, misalnya antara kode C++ dan java.


8. MENCARI FILE
Jika ingin melihat bagaimana pohon direktori dapat digunakan perintah
• Find
Format : find directory_name targetfile –print
Akan melihat file yang bernama targetfile (bisa berupa karakter wildcard)

• Which
Format : which command
Untuk mengetahui letak system utility

• Locate
Format : locate string
Akan mencari file pada semua direktori dengan lebih cepat dan ditampilkan dengan path yang penuh.


9. MENCARI TEXT PADA FILE
Untuk mencari text pada file digunakan perintah grep (General Regular Expression Print) dengan format perintah :
grep option pattern files
Grep akan mencari file yang bernama sesuai pattern yang diberikan dan akan menampilkan baris yang sesuai.

PERCOBAAN :
1. Login sebagai user
2. Bukalah Console Terminal (open terminal) dan lakukan percobaan-percobaan dibawah ini, dan perhatikan dan catat hasilnya.
3. selesaikan soal-soal latihan

Percobaan 1 : Direktori
1. Melihat direktori Home
# pwd
# echo #home

2. Melihat direktori aktual dan parent direktori
# pwd
# cd .
# pwd
# cd ..
# pwd
# cd

3. Membuat satu direktori, lebih dari satu direktori atau sub direktori
# pwd
# mkdir A B C A/D A/E B/F A/D/A
# ls –l
# ls –l A
# ls –l A/D

4. Menghapus satu atau lebih direktori hanya dapat dilakukan pada direktori kosong dan hanya dapat dihapus oleh pemiliknya kecuali bila diberikan ijin aksesnya.
# rmdir B ( Terdapat pesan error, mengapa ? )
# ls –l B
# rmdir B/F B
# ls –l B ( Terdapat pesan error, mengapa ? )

5. Navigasi direktori dengan instruksi cd untuk pindah dari satu direktori ke direktori lainnya.
# pwd
# ls –l
# cd A
# pwd
# cd /home/

Percobaan 2 : Manipulasi File
1. perintah cp untuk mengkopi file atau seluruh direktori
# cat > contoh
Membuat sebuah file
[Ctrl+d]
# cp contoh contoh1
# ls –l
# cp contoh A
# ls –l A
# cp contoh contoh1 A/D
# ls –l A/D

2. perintah mv untuk memindahkan file
# mv contoh contoh2
# ls –l
# mv contoh1 contoh2 A/D
# mv contoh contoh1 C
# ls –l C

3. perintah rm untuk menghapus file
# rm contoh2
# ls –l
# rm –i contoh
# rm –rf A C
# ls –l

Percobaan 3 : Symbolic Link
1. Membuat shortcut (file link)
# echo “ Halo Apa kabar “ > halo.txt
# ls –l
# ln halo.txt z
# ls –l
# cat z
# mkdir mydir
# ln z mydir /halo.juga
# cat mydir /halo.juga
# ln –s z bye.txt
# ls –l bye.txt
# cat bye.txt

Percobaan 4 : Melihat isi file
# ls –l
# file halo.txt
# file bye.txt

Percobaan 5 : Mencari file
1. perintah find
# find /home –name “*.txt” –print > myerror.txt
# cat myerror.txt
# find . –name “*.txt” –exec wc –l ‘{}’ ‘;’

2. Perintah which
# which ls

3. Perintah locate
# locate “*.txt”

Percobaan 6 : Mencari text pada file
# grep Hallo *.txt

Senin, 02 Maret 2009

OpTiMaLiSaSi WiNDoWs Xp

Setiap komputer mempunyai kinerja yang berbeda-beda.Ada yang cepat dan ada juga yang lambat dalam mentrasnfer data,dari Processor ke Hardware yang lain.Maka agar kita mendapatkan hasil atau kinerja yang Optimal dari komputer kita,maka kita haru melakukan Optimalisasi. Disini kita akan membahas tentang langkah-langkah mengoptimalisasi Windows Xp. Dibawah ini adalah Langkah -langkah mengoptimalisasi Windows Xp :

  • Atur Settingan IDE.
Caranya adalah Click kanan My Computer>Properties>Tab Hardware>Device Manager.
Kemudian pilih IDE/ATAPI Controller.Setelah muncul window baru,pilihlah Primarry IDE Channel.Kemudian Click Tab>Advanced Settings.
Pastikan Device-device yang ada berisikan format"DMA If Available".Jika Device tersebut masih berisikan di Format "PIO Only",maka gantilah format tersebut dengan format "DMA If Avalaible".
Mengapa kita harus mengganti Format Device yang taelah diformat PIO Only?
Jawabannya adalah karena Fitur DMA If Avalable bisa mempercepat kinerja Harddisk,CD-ROM,CD-RW,dsb.

  • Convert Harddisk dari FAT 32 menjadi NTFS.
File System yang sesuai dengan Windows Xp adalah NTFS.Jika file systemnya masih menggunakan FAT 32,maka ubahlah file tersebut menjadi NTFS.
Keuntungan menggunakan File syte NTFS adalah :
  1. Formay NTFS memiliki performa yang lebih baik
  2. Lebih aman dan lebih tahan uji
  3. Dengan menggunakan File NTFS ,maka data akan secara langsung atau otomatis akan dienkripsi.
Dan kerugian jika menggunakan Format NTFS adalah Dengan Convert Harddisk dari FAT 32 menjadi Format NTFS kemungkinan proses ini menyebabkan kerusakan secara permanen pada seluruh data dan System Operasi di dalamnya.

Langkah-langkah menconvert Harddisk adalah sebagai berikut:
  1. Click Start.
  2. Run.
  3. ketikkan "cmd".
  4. Click Ok.
  5. Setelah muncul Command Promt kemudian ketikkan perintah convert: x:[space]/fs:ntfs
  6. Setelah selesai kemudian Restartlah Komputer.

  • Setting AUTOPLAY.
Langkah-langkah setting AUTOPLAY:
  1. Click Start.
  2. Pilih menu Run.
  3. Tuliskan perintah"gpedit.msc"
  4. Setelah muncul window baru,pilihlah Administative Templates.
  5. Click System.
  6. Carilah tulisa "Turn Off Autoplay".
  7. Click 2x
  8. Pilihlah pilihan Enable.
  9. Pilih All User.
  10. Click Ok.

  • Mempercepat tampilan Menu.
Langkah-langkahnya adalah:
  1. Click Start.
  2. Run.
  3. Ketikkan regedi.t
  4. Click Ok.
  5. Setelah muncul tampilan baru,kemudian Cliklah tanda(+) padaHYKEY_CURREN5T_USER.
  6. Kemudian Click tanda(+) pada Control Panel.
  7. Lalu click tanda(+) pada Dekstop.
  8. Perhatikanlah jendela pada sisi kanan dekstop,cari dan temukan MenuShowDelay.
  9. Kemudian Click 2x.
  10. Ubahlah isi Value Data dari 400 menjadi 0.
  11. Tutuplah jendela-jende;a yang masih aktif.
  12. Restartlah komputer.
  • Menghapus Program yang tidak diperlukan.
Untuk menghapus program-program yang tidak di perlukan oleh komponen Windows ,maka ikutilah langkah-langkah berikut ini:
  1. Click Menu Start.
  2. Pilih Setting.
  3. Contol Panel.
  4. Pilih Add or remove programs.
  5. Pilihy Add or remove Windows component.
  6. Setelah itu hilangkanlah tanda centang pada komponen-komponen Windows yang tidak di perlukan.

Untuk Program-program yang bukan termasuk komponen-komponen Windows. Langkah untuk menghapusnya adalah sebagai berikut:

  1. Click Menu Start.
  2. Pilih Setting.
  3. Control Panel.
  4. Add or remove programs.
  5. Pilihlah program yang tidak di inginkan.
  6. Click Remove.
  • Menonaktivkan Animasi pada Windows Xp.
Langkah-langkahnya adalah:
  1. Click Menu Start.
  2. Pilih Run.
  3. Ketiklah "regedit".
  4. Lalu click "Ok".
  5. ketika terdapat tampilan window baru maka clicklah tanda(+) pada HYKEY_CURRENT_USER.
  6. Click tanda (+) pada Control panel.
  7. Click 2x pada Dekstop.
  8. Carilah kata "Windows Metrics".
  9. Click 2x pada "Windows Metrics".
  10. Perhatikan window baru pada sebelah kanan,click 2x pad Min Animate.
  11. Pada window baru isikanlah angka "1" untuk menon-aktivkan dan ketiklah angka "0" untuk meng-aktivkan kembali.

  • Mempercepat Proses Shut Down.
Agar dapat mempercepat proses Shut Down pada Windows Xp maka lakukanlah langkah-langkah berikut ini:

  1. Click Menu Start.
  2. Pilihlah Run.
  3. Ketiklah "regedit" pada window baru.
  4. Click "Ok".
  5. Click tanda(+) pada HYKEY_LOCAL_MACHINE.
  6. Click tanda (+) pada System.
  7. Click 2x pada CURRENT_CONTROL SEL.
  8. Pilih Control.
  9. Click 2x pada "Wait to kill service time out".
  10. Kemudian ubahlah nilainya pada window baru menjadi lebih rendah dari 20000.



  • Jangan terlalu banyak Icon pada Dekstop.


  • Atur tingkat Resolusi PC.